Minggu, 22 Mei 2011

SIAPAKAH KITA ?

Oleh: Maryam Jamilah (HI '10)

Kita adalah serigala liar

Yang sanggup bertahan di tengah gelapnya malam, dan rasa dingin yang menggerogoti tubuhnya,,ia tak pernah mengaku kalah, dan menyerah pada sang malam.. Berkali-kali ia mendeklarasikan kemenangannya dengan suara yang lantang, meskipun tubuhnya nyaris rubuh. Namun tak sekalipun ia pernah berhenti meneriakkan bahwa ia menang,,tak ada alasan bagi kita untuk gentar dan menyerah pada keadaan.

Kita adalah tanah liat.

Bentuknya tak karuan,nyaris menjijikan, tak ada orang yang memandangnya dengan bentuk seperti itu,,dengan terpaan tangan manusia,berkali2 ia merasa kesakitan,menjerit,merintih...seolah-olah tubuhnya akan hancur lebur, ditambah lagi berkali2 dimasukkan ke dalam panggangan, merasakan panasnya api yang menjalar memasuki tubuhnya,,namun tak ada kata menyerah..hingga akhirnya terbentuklah sebuah gelas yang amat mahal, berharga, dan banyak yang meliriknya..seorang pejuang bukan dilahirkan namun diciptakan melalui proses yang amat menyakitkan dan penuh pengorbanan,,


Kita adalah para pemberontak

Bukankan negara ini ada dan merdeka karena adanya para pemberontak dan pemberontakan, kenapa harus risih ketika di panggil pemberontak,,para pemberontak lah yang akan memunculkan perubahan, dan hanya pemberontak lah yang akan menghancurkan segala bentuk kediktatoran, kedurjanaan penindasan di negara ini. Tidak ada yang salah dalam menjadi pemberontak bukankah para pahlawan kita dahulunya juga diberi gelar pemberontak??

Kita adalah bala tentara

Yang selama ini di tunggu-tunggu oleh negara yang sekarat ini, yang selama ini dicari oleh pedang2, busur dan anak panah yang siap untuk kita tancapkan dan hunuskan pada para pemimpin biadab..yang selama ini senantiasa menyuapkan masyarakat dengan mimpi2 kosong belaka,

Kita bukan lagi tongkat

Kenapa kita harus menjadi tongkat kalau kita bisa menjadi penguasa dari tongkat itu, sampai kapan kita hanya menjadi tongkat bagi para kakek2 nenek2 yang sudah tidak layak berada di tampuk kekuasaan, untuk berdiri saja mereka butuh kita, kenapa tidak kita saja yang memimpin bangsa ini

Kita bukanlah penerus

Kita akan memutuskan tali rantai yang menghubungkan kita dengan para pemimpin zhalim, apakah kita akan meneruskan kehancuran yang telah mereka rintis, apakah kita akan meneruskan penderitaan rakyat yang selama ini mereka diamkan, akankah kita teruskan semua sandiwara dan mimpi2 belaka yang mereka suguhkan kepada masyarakat??????

Maka orang-orang seperti kita tidak pantas makan enak, tidur nyeyak,hidup dalam kesenangan. Karena ada segudang beban yang harus kita selesaikan, ada setumpuk masalah bangsa yang juga patut kita pikirkan..karena kitalah yang akan mengubah bangsa ini bukan orang lain,,sampai kapan kita menggantungkan harapan pada generasi2 tua yang terkontaminasi,,inilah saatnya hukum darwin berlaku..biarkan seleksi alam terjadi saat ini,,bangkitlah generasi muda,,,!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar