PSNMHII 2011, perjalanan ini tidak hanya berarti suatu langkah menuju kemajuan bagi Hubungan Internasional Universitas Andalas, namun juga merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan daya pikir dan juga pengalaman baru bagi sebagian besar delegasi mengingat hampir semua anggota delegasi adalah angkatan 2010, benar-benar fresh untuk menghadapi pertemuan berskala nasional seperti ini.
Euphoria yang pertama yang kontributor dan para delegasi Universitas Andalas temukan adalah keanekaragaman yang datang dari para delegasi yang datang dari berbagai universitas se-indonesia. Walaupun datang dari asal yang berbeda, kami mampu mengakrabkan diri dan tanggapan yang baik mampu kami dapatkan dari berbagai delegasi, sehingga kami mampu merintis upaya untuk menjalin hubungan antar HI di seluruh Indonesia.
Disisi lain kita tidak bisa terlena, karena ada kepentingan jurusan kita yang harus diperjuangkan, termasuk menjadi tuan rumah PSNMHII untuk tahun berikutnya, sehingga yang berikutnya kita lalui adalah berbagai lobi dan adu argumentasi, yang pastinya mengandalkan relasi yang kita bangun pada seluruh kegiatan, baik dalam bersosialisasi maupun acara formal. Misalnya saja, sebelum sidang forum terlaksana, kami berhasil meraih berbagai dukungan dengan mengusung konsep “kalau bukan kami yang memulai, kapan lagi PSNMHII bisa bertandang ke luar pulau Jawa” :D. Apalagi presentasi yang kami bawakan mengenai potensi budaya alam Minangkabau dan pengaruhnya pada diplomasi Indonesia semakn menambah wawasan para delegasi dari berbagai universitas bahwa Sumatera Barat tidak sekedar kuliner yang maknyus dan landscape yang dapat memukau mata, tapi juga potensi manusia yang didasarkan pada ajaran petatah-petitih yang diajarkan sejak turun temurun, sangat jauh berbeda dengan pemaparan delegasi lain yang umumnya memfokuskan pembahasan mereka pada sumber daya yang terletak di luar SDM misalnya sumber daya alam dan objek pariwisata. Tentunya dengan ini, ada banyak faedah yang dapat kita peroleh, yang pertama orang-orang akan semakin penasaran dengan identitas Sumatera Barat yang sebenarnya serta SDM dan pemikiran kita sebagai mahasiswa Hubungan Internasional UNAND akan lebih dilirik. Walaupun hasil akhir sidang forum berakhir dengan Universitas Paramadina sebagai tuan rumah PSNMHII berikutnya, namun kita mendapat dukungan untuk melaksanakan PNMHII dengan kita sebagai tuan rumah. Pencapaian ini patutlah diacungi jempol dan ini lebih dari cukup, daripada hanya sekedar membangun relasi.
Dari sini, banyak pembelajaran yang dapat kami temukan, terutama bagi angkatan 2010 yang menjadi anggota delegasi. Disini dapat diketahui kefasihan komunikasi sangat diperlukan dalam mendekati delegasi-delegasi. Ini dapat ditemukan ketika kehidupan sehari maupun sidang dan acara-acara formal lainnya. Jika kehidupan sehari-hari, kita dapat berbicara banyak hal dengan delegasi lain namun pada siding dan acara-acara formal lainnya kita harus menjaga perkataan agar tidak menganggu daya tawar delegasi UNAND dalam membawa kepentingan yang kita usung. Perilaku juga harus diperhatikan juga, berkaitan juga dengan daya tawar dan juga untuk menjaga reputasi kita. Dan pastinya, diplomasi yang kita pelajari turut berperan disini.
Di acara ini pun, kita dapat mempelajari bagaimana jurusan Hubungan Internasional di universitas lain beraktivitas, bagaimana mereka melahirkan konsep baik yang berkaitan dengan event-event maupun yang berkaitan dengan kondisi internal organisasi dan cara mereka menjalin hubungan dengan HI di universitas lain. Dengan mempelajari itu, akan menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi bagi kelansungan HIMASHI ke depannya.
Setelah mendapatkan semua hal itu, tinggal kita sebagai suatu kesatuan yang kokoh yang akan menjalankan “oleh-oleh” pengalaman yang kita dapat dari Solo dan semua orang tidak bisa terlepas dari kewajiban ini untuk melaksanakan optimisme bagi HIMASHI yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar