Kamis, 26 Mei 2011

Kebocoran Baru Ditemukan pada Pembangkit Tenaga Nuklir Fukushima Dai-ichi

Untuk suatu kejadian yang mungkin kita bisa menyebutnya kemunduran yang lain, operator dari pembangkit nuklir yang mengalami kerusakan, Fukushima Dai-ichi menyatakan bahwa air yang terkandung bahan radioaktif sudah mengalami kebocoran, yang mana kebocoran berasal dari fasilitas penyimpanan limbah.

Tokyo Electric Power Company, yang biasa diketahui sebagai TEPCO, mengumumkan kepada para repoter pada hari kamis yang lalu bahwa kebocoran air limbah radioaktif hampir mencapai angka 60 ton, membangkitkan kecemasan khalayak ramai akan kemampuan TEPCO menangani krisis nuklir terparah setelah Chernobyl

Kebocoran terakhir ditemukan di tengah usaha untuk memindahkan air yang sudah terkontaminasi dari reactor nomor 2 dan 3 ke lokasi penyimpanan air yang sudah ditingkatkan. TEPCO menyatakan tingkat air merosot menjadi hanya tersisa 2 inchi dalam 20 jam, mendorong kebocoran.

Peralatan-peralatan di fasilitas itu sudah memompa air dalam jumlah besar dalam rangka mendinginkan 3 dari reactor yang terdapat pada pembangkit fukushima, dimana proses itu menurut TEPCO akan selesai dalam 3 bulan. Kebocoran terbesar ditemukan pada reactor 1 dan 2, dan berita mengenai kebocoran ini merupakan kemunduran dalam upaya mendinginkan reactor.


Lebih 2 bulan setelah gempa berkekuatan 9,0 skala richter yang membunuh 240.000 jiwa dan menghancurkan pembangkit fukushima , TEPCO berjuang agar dapat mengendalikan pembangkit seperti semula. Awal minggu ini, TEPCO menyatakan bahwa ketiga reactor memasukui fase kritis hanya 3 hari setelah gempa dan tsunami tersebut terjadi, seperti yang sudah diprediksi para ahli nuklir.

Minyak yang menyertai kebocoran tersebut mencemari air, serta temperature di dalam reactor yang sudah mencapai titik kritis, sebut ofisial. Namun keterlambatan dalam menyampaikan kondisi ini, menyulut kritik yang menyebut bahwa pemerintah Jepang terlalu lamban.

Pada konferensi pers hari kamis, sekretaris cabinet Yukio Edano membantah tuduhan tentang menutup-nutupi, tapi mengakui bahwa pemerintah perlu menanggapi serius “kritik bahwa kita tidak berbuat cukup untuk mengedarkan dan menyampaikan informasi”.

sumber: ABC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar